Akhir-akhir ini gerakan mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) muncul kembali. Pengikut gerakan ini menilai NKRI sebagai Negara RI dengan tuduhan sebagai negara kafir (Dar Al-Kufr) karena tidak menjalankan syari’at Islam sebagai hukum positif. Pertanyaan :
Benarkah NKRI adalah Negara kafir karena tidak menjalankan syariat islam? Bolehkah dilaksanakan jihad dengan target mengganti NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 menjadi dawlat Islamiyah ?
Jawab :
Benarkah NKRI adalah Negara kafir karena tidak menjalankan syariat islam? Bolehkah dilaksanakan jihad dengan target mengganti NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 menjadi dawlat Islamiyah ?
Jawab :
Dalam Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-29 di Cipasung
Tasikmalaya pada tanggal 1 Rajab 1415 H / 4 Desember 1994 M (Al-Masail
Al-Maudhu’iyyah) disebutkan :
Soal : Apakah nama negara kita
menurut syara’ agama Islam?
Jawab : Sesungguhnya negara kita
Indonesia dinamakan "negara Islam" karena telah pernah dikuasai sepenuhnya oleh
orang Islam. Walaupun pernah direbut oleh kaum penjajah kafir, tetapi nama
negara Islam tetap selamanya. Keterangan diambil dari kitab Bughyatul
Mustarsyidin halaman 254 :
مسألة
: ي: كُلُّ مَحَلٍّ قَدَرَ مُسْلِمٌ سَاكِنٌ بِهِ عَلَى الْاِمْتِنَاعِ مِنَ
الْحَرْبِيِّيْنَ فِيْ زَمَنٍ مِنَ الْأَزْمَانِ يَصِيْرُ دَارَ إِسْلَامٍ ،
تَجْرِيْ عَلَيْهِ أَحْكَامُهُ فِيْ ذَلِكَ الزَّمَانِ وَمَا بَعْدَهُ ، وَإِنْ
انْقَطعَ اِمْتِنَاعُ الْمُسْلِمِيْنَ بِاسْتِيْلَاء الْكُفَّارِ عَلَيْهِمْ
وَمَنْعِهِمْ مِنْ دُخُوْلِهِ وَإِخْرَاجِهِمْ مِنْهُ ، وَحِيْنَئِذٍ
فَتَسْمِيَتُهُ دَارَ حَرْبٍ صُوْرَةٌ لَا حُكْمًا ، فَعُلِمَ أَنَّ أَرْضَ
بَتَاوِيْ بَلْ وَغَالِبُ أَرْضِ جَاوَةَ دَارُ إِسْلَامٍ لِاسْتِيْلَاءِ
الْمُسْلِمِيْنَ عَلَيْهَا سَابِقًا قَبْلَ الْكُفَّارِ
Semua tempat dimana muslim
mampu untuk menempatinya pada suatu masa tertentu, maka ia menjadi daerah Islam
yang syariat Islam berlaku pada pada masa itu dan masa sesudahnya, walaupun
kekuasaan umat Islam terputus oleh penguasaan orang-orang kafir terhadap mereka,
dan larangan mereka untuk memasukinya kembali atau pengusiran terhadap mereka,
maka dalam kondisi semacam ini, penamaannya dengan "daerah kafir harbi" hanya
merupakan bentuk formalnya dan tidak hukumnya.Dengan demikian diketahui bahwa
tanah Betawi dan bahkan sebagian besar Tanah Jawa adalah "daerah Islam” karena
umat Islam pernah menguasainya sebelum penguasaan orang-orang kafir. [Sumber :
Ahkamul Fuqaha (1926 – 2010 M) halaman 197].
Berikut keterangan tentang
Jihad Dalam Kehidupan Bernegara dan Bermasyarakat pada Hasil Keputusan Bahtsul
Masail PWNU Jatim 2006 di Pesma al Hikam Malang :
Pertanyaan
:
1. Dapatkah dibenarkan
menurut ajaran Islam bila dilakukan jihad terhadap Pemerintah RI dengan tuduhan
sebagai negara kafir karena tidak menjalankan syari’at Islam sebagai hukum
positif ?
Jawaban
:
Berjihad terhadap
Pemerintah RI dengan tuduhan sebagai negara kafir tidak bisa dibenarkan, karena
NKRI sudah memenuhi tuntutan kriteria sebagai Dar al-Islam, disamping dalam
pasal 29 ayat (2) UUD 1945 bahwa negara menjamin kebebasan beragama bagi warga
negaranya. Ibarat :
حاشية
سـلـيمان الجـمل ، ج : 7 ، ص : 208، ما نـصه :
ثُمَّ
رَأَيْت الرَّافِعِيَّ وَغَيْرَهُ ذَكَرُوا نَقْلًا عَنْ الْأَصْحَابِ أَنَّ دَارَ
الْإِسْلَامِ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ قِسْمٌ يَسْكُنُهُ الْمُسْلِمُونَ وَقِسْمٌ
فَتَحُوهُ وَأَقَرُّوا أَهْلَهُ عَلَيْهِ بِجِزْيَةٍ مَلَكُوهُ أَوْ لَا وَقِسْمٌ
كَانُوا يَسْكُنُونَهُ ثُمَّ غَلَبَ عَلَيْهِ الْكُفَّارُ قَالَ الرَّافِعِيُّ
وَعَدُّهُمْ الْقِسْمَ الثَّانِيَ يُبَيِّنُ أَنَّهُ يَكْفِي فِي كَوْنِهَا دَارَ
إسْلَامٍ كَوْنُهَا تَحْتَ اسْتِيلَاءِ الْإِمَامِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهَا
مُسْلِمٌ قَالَ وَأَمَّا عَدُّهُمْ الثَّالِثَ فَقَدْ يُوجَدُ فِي كَلَامِهِمْ مَا
يُشْعِرُ بِأَنَّ الِاسْتِيلَاءَ الْقَدِيمَ يَكْفِي لِاسْتِمْرَارِ الْحُكْمِ
انْتَهَتْ
